Mywhitenotes's Blog

Just another WordPress.com weblog

10 paradoxes December 15, 2009

Filed under: Uncategorized — mywhitenotes @ 12:52 pm
Berikut ini adalah beberapa paradoks yang dinyatakan oleh Mihaly Csikszentmihalyi. Kali ini, saya akan  menganalisis dan memberi komentar tentang paradoks-paradoks tersebut. 

1. Creative people have a great deal of physical energy, but they’re also often quiet and at rest.
    

Orang kreatif selalu berpikir out of the box dengan dilengkapi oleh pemikiran-pemikiran yang innovatif. Ketika mereka mulai memikirkan ide-ide yang tidak biasa, banyak dari mereka akan berpikir dalam keadaan tenang dan diam. Setelah mereka menemukan ide yang brilliant, mereka akan mulai merealisasikan idenya itu semaksimal mungkin. Dengan semangat yang dimilikinya, maka munculah energi dari dalam diri mereka yang sangat luar biasa. Karena itu, orang kreatif memiliki banyak energi fisik untuk dapat membantunya mewujudkan apa yang menjadi idenya selama ini. 


2. Creative people tend to be smart yet naive at the same time.

 

Fleksibilitas yang dimiliki oleh orang kreatif membawa mereka untuk dapat beradaptasi dengan baik. Paradok ini menyatakan bahwa orang kreatif biasanya dapat cepat beradaptasi sesuai dengan lingkungan yang sedang dihadapinya. Mereka bisa saja menjadi beberapa karakter pada saat yang bersamaan. Jadi pada kesimpulannya, orang kreatif itu tidak terlepas dari kemampuannya dalam beradatasi. 

 

3. Creative people combine playfulness and discipline, or responsibility and irresponsibility.

Orang yang kreatif sebenarnya adalah orang yang disiplin dan bertanggung jawab. Tapi hanya saja penyampaiannya saja yang berbeda dengan orang lain. Mereka akan menyelipkan sesuatu yang playful ketika mengerjakan suatu hal agar mereka tetap semangat. Dan tentu saja dengan konsep playful yang mereka munculkan akan mendorong mereka untuk tetap disiplin dengan versi mereka sendiri. Orang kreatif memiliki pemikiran tersendiri tentang bagaimana ia akan menyelesaikan suatu pekerjaan. Mereka seringkali melanggar aturan-aturan yang ada dan berbuat semaunya. Namun, pada akhirnya mereka akan menghasilkan sesuatu yang hebat.  Jika melihat dari hasilnya, dapat dikatakan bahwa orang kreatif selalu bertanggung jawab terhadap apa yang menjadi tujuan hidupnya hanya saja proses pengerjaannya yang berbeda. Karena pemikirannya seringkali berbeda dengan orang pada umumnya, maka orang lain sering melihat bahwa orang kreatif bekerja dengan kurang bertanggung jawab.


4. Creative people alternate between imagination and fantasy, and a rooted sense of reality.

Pemikiran orang kreatif yang out of the box tentunya merupakan gabungan dari imajinasi, khayalan, dan realita. Orang kreatif memiliki main setting “tidak ada yang tidak bisa di dunia ini”. Oleh karena itu, ide pemikiran mereka biasanya hampir tidak terpikirkan oleh orang lain karena orang lain akan menganggap itu adalah suatu hal yang mustahil. Orang kreatif akan memikirkan bagaimana cara membuat yang mustahil menjadi kenyataan. Itulah yang biasanya ada di pikiran mereka sehingga tidak heran banyak ide gila yang dapat dikeluarkan oleh orang kreatif. 

 

5. Creative people trend to be both extroverted and introverted.

Extrovert dan introvert adalah suatu yang saling membelakangi. Orang kreatif dapat menjadi orang yang extrovert ketika mereka ingin meyakinkan orang lain tentang apa yang menjadi pemikiran mereka. Mereka akan menjadi sangat aktif dan komunikatif. Sebaliknya, mereka dapat menjadi orang yang introvert ketika mereka sedang memikirkan sesuatu yang menurut mereka akan menjadi briliant. Mereka memilih untuk menjadi orang yang inrovert sebagai tindakan preventif agar ide mereka tidak dicuri oleh orang lain. 

 

6. Creative people are humble and proud at the same time.

Kebanyakan orang kreatif berperilaku sangat fleksible sehingga mereka biasanya rendah hati. Mereka jarang bersikap tinggi hati karena mereka tahu bahwa kesuksesan itu butuh adanya dukungan dari banyak orang. Disisi lain, sebenarnya seringkali mereka merasa bangga akan dirinya yang mampu berpikir out of the box. Namun, mereka biasanya tetap rendah hati dan malah tidak sedikit yang suka berbagi ilmu kepada orang lain. Hal ini bertujuan untuk dapat menjalin hubungan yang baik dengan orang-orang sekitarnya.

 

7. Creative people, to an extent, escape rigid gender role stereotyping.

Paradok ini masih menunjukkan dalam konteks adaptasi. Orang kreatif biasanya dapat memposisikan dirinya sebagai wanita maupun laki-laki. Mereka selalu berpikiran luas dan terbuka. Mereka tidak melihat apakah suatu pekerjaan itu adalah pekerjaan berdasarkan gender. Mereka tahu bahwa untuk dapat berkembang, mereka harus dapat menempatkan dirinya mengerjakan semua, baik itu pekerjaan wanita maupun laki-laki. Dengan begitu, akan memperkaya pengetahuan sehingga dapat pula meningkatkan skill yang dimiliki mereka.  

 

8. Creative people are both rebellious and conservative.

Berbicara orang kreatif, tentu tidak terlepas dari perilakunya yang suka memberontak. Jika mereka tidak suka dengan aturan yang ada, mereka akan mencoba mengubahnya dengan cara mereka sendiri. Sikap inilah yang membawa mereka menemukan hal-hal yang baru untuk maju. Disamping itu, orang kreatif akan dapat menahan dirinya untuk tetap pada jalurnya apabila mereka melihat peluang untuk menang di kemudian harinya. Memang agak cenderung licik. Namun, terkadang orang yang licik adalah pemenangnya. Pernyataan ini lah yang dapat mendorong mereka untuk tetap pada jalurnya.

 

9. Most creative people are very passionate about their work, yet they can be extremely objective about it as well.

Sebenarnya paradoks ini merupakan yang paling umum karena bukan hanya orang kreatif saja yang merasakannya, tapi orang pada umumnya juga. Sangat umum bahwa orang akan merasa sangat bersemangat mengerjakan suatu hal yang disukainya dan begitu juga sebaliknya. Tapi semangat tersebut dapat muncul ketika didukung oleh suasana dan situasinya. Jika suasana dan situasinya tidak mendukung, maka mereka belum tentu bersemangat mengerjakan apa yang mereka sukai karena tidak terciptanya mood yang baik.

 

10. Creative people’s openness and sensitivity often exposes them to suffering and pain, yet also to a great deal of enjoyment.

Sifat keterbukaan yang dimiliki oleh orang kreatif terkadang dapat membawa mereka kepada penderitaan. Sakit hati tentu seringkali mereka rasakan jika melihat dari sifat mereka yang terbuka dalam menerima semua masukan dari orang lain. Mereka percaya bahwa orang yang dapat dikritik adalah orang yang dapat maju. Untuk itu, mereka harus tahan banting dari segala omongan orang yang mungkin dapat melukai hati. Begitu juga dengan kepekaan yang dimiliki orang kreatif. Mereka terbiasa peka dengan hal-hal kecil karena dari situlah mereka mendapat peluang untuk selangkah lebih maju dari orang lain. Namun, hal ini tentu akan berujung kepada ketidakpuasan akan hasil yang didapat karena terlalu melihat kepada detail. Ketidakpuasan ini lah yang terkadang membuat mereka putus asa ditengah jalan.

 

yaa itulah hasil analisis dan “sedikit” komentar dari saya. Sebenarnya masih banyak lagi paradoks-paradoks lain yang merepresentasikan orang kreatif itu seperti apa. Untuk tahu lebih lanjutnya, lebih baik buka google sekarang dan kemudian silakan mencariii. 

hehehehe

Advertisements